RSS

Renungan

21 Feb

Renungan Kita

Masih banyak yg kebingungan mempelajari mengenal diri, karena status komentator yang pemahamannya beda-beda tentang pikiran, alam bawah sadar, hati, jiwa, batin, ruh, hingga istilah higher level, awareness, aku adalah AKU, pembersihan RUH dan seabrek-abrek. Saya bilang: itu hanya istilah saja, dibikin susah biar kelihatan “berkelas”. (padahal yang nulis juga lagi bingung, teori cuplikan, belum mengalami menyaksikan nyata🙂

Semoga ini berkenan untuk pencerahan, agar kita ngeh tujuan kita hidup ini apa?

Kita ini sesungguhnya adalah badan eterik (tidak nampak, namun nyata dirasakan), sebagaimana cinta kasih – tidak ada wujud namun berdebar-debarlah yang merasakannya.

Badan eterik ini bisa disebut jiwa, soul (orang bule), batin (orang jawa – pak le saya), awareness (istilah meditasi), kadang disebut dalam motivasi jadilah “dirimu sendiri”. Itulah dia, diri sendiri, yang ketika dalam mimpi indah…berjalan-jalan diatas pantai, berenang, menyusuri keindahan alam luarbiasa hingga terbangun paginya.
Itulah kita, sedang astral projection, seolah nyata berjalan nikmatnya. Bahkan bagi seorang indigo, bisa menjadi DE JAVU. Mengalami peristiwa yang pernah dimimpikan. Itulah dia, KEKUATAN DIRI SENDIRI alias do’a tidak tersadarkan dan menjadi rangkaian peristiwa kemudian.
Sehingga kadang kala, ketika bermimpi mengirim sms, ternyata sms itu benar-benar terkirim.

Dam ketika mimpi gak jelas, gentayangan, cuplikan sesaat namun menyeramkan, gak enak, itulah gangguan pikiran, halusinasi dari rekaman pikiran sebelumnya. Sepotong-sepotong cuplikan. Itulah gangguan pikiran. Makanya Nabinya orang Islam bilang, kalau mimpi jelek…jangan cerita, itulah setan. Pikiran jelek, itulah setan.

Badan eterik itulah kita, disebut jiwa, batin, soul, awareness, yang dihidupkan oleh SANG KUASA menjadi BERNYAWA.
Dan menempati badan kasar jasmani karena tugas di alam sebelumnya, perjanjian dengan SANG KUASA untuk menjalankan satu amanat/tugas. Beruntunglah ditempatkan di wadak yang keren ganteng juga cakep seperti Anda. Saya juga, deh.
Namun kelak badan jasmani ini akan hancur bila menua dan bersemayam di kubur.

Badan kasar yang diberi otak hardware yang digerakkan oleh kita si badan eterik dengan perantara (utusan) bernama PIKIRAN (sadar dan bawah sadar).
Ini masalahnya, kalau pikiran terganggu dengan yang jelek-jelek alias setan alias pikiran negatif, maka jadilah ngawur. Namun kalau mampu terus BERPIKIR JERNIH, POSITIF, maka akan tersambung dengan DIRI KITA si jiwa, batin, nyawa, soul dalam ruang HATI.

Diri kita si jiwa ini bersemayam dalam gelombang pikiran terdalam, bisa tercapai bila khusu’, fokus dengan pikiran jernih dari gelombang gama, beta, alpa, teta. Tentu perjalanan akan lancar bila gelombang pikiran tidak ada rekaman negatif karena ketidakikhlasan menerima setiap lakon dalam hidup.

Inilah ketika kita ibadah, sholat, zikir, berdiam sebagai DIRI, jiwa, batin, soul di ruang hati. Yang kelak akan bertambah kuat, bila sering tahajud, bangun malam dikala banyak yang tertidur. Badan jasmani mengantuk, namun badan eterik menjadi HIDUP dan KUAT.

Badan eterik sama seperti bentuk badan jasmani, cuma tak nampak.

Dalam tradisi meditasi, tafakur, apapun deh namanya. Pembersihan lapisan badan jasmani, dan melubanginya seperti cakra-cakra adalah dalam rangka menembus dimensi ke badan eterik.
Seperti merobek kita (ulat) dalam kepompong.
Badan jasmani seolah dibersihkan, dirobek, dibelah dadanya, kepalanya, seperti nabinya orang Islam, agar badan eterik (diri) jadi muncul.

Badan eterik inilah letak kecerdasan, ketajaman penglihatan, perasaan, penerangan dari DIA YANG MENGHIDUPI (Allah dalam lidah nabinya orang Islam/Gusti kata orang Jawa).
Sehingga banyak orang tidak belajar, gak kenal sekolahan, lagi kepepet banyak masalah…lalu BANYAK tepekur, intropeksi, tiba-tiba muncul ide hebat, super cerdas, jadilah rejeki luarbiasa. Itulah karena dia berpikir menjadi DIRINYA sendiri, alias menjadi soul, jiwa, batin.

Badan eterik inilah yang KANGEN banget untuk menemui DIA yang menghidupi. Kekuasaan DIA (ruh) yang menghidupi. Ruh adalah urusanNya, tiada seorangpun yang tahu mengenainya karena ini kekuasaanNYA. Qudus, suci, jadi disebut Roh Kudus/Ruh Al Qudsi.

Mereka yang sudah mengenal dirinya, menjadi diri sendiri, setelah pembersihan jasmani dan pikiran, akhirnya rasa kangen rindu pada sang KUASA diperlukan bebersih diri (jiwa, soul, batin) agar bisa ketemu dengan Yang Suci yang menghidupi. Yang SUCI hanya bias ditemuin sama yang Suci lagi.
Kitabnya orang Islam, menyuruh membersihkan diri (jiwa).
Juga semua kitab-kitab agama sebelumnya menyarankan demikian,
Bersih tekad, bersih ucapan, dan bersih tindakan dari hal-hal Negatif.

Akhirnya kita yang sudah mengenal diri ini, sang diri yang bersih menjadikan tajam penglihatannya, penerangannya, kecerdasannya, intuisinya, juga perkataannya selalu nyata.
Anak indigo, yang terbuka dirinya/jiwanya ini adalah contoh pembelajaran dari DIA. Kadang terbuka bagian matanya, atau pikirannya yg cerdas, intuisinya, dan lain sebagainya.

Diri yang bersih akhirnya berdiam memasuki thowaf (pusaran) DIA yang menghidupi seperti contoh thowaf mengelilingi ka’bah. Dan akhirnya BERDIAM dalam BERGERAKNYA thowaf itu masuk ke ka’bah yang miniaturnya adalah hati dalam diri tiap manusia.
Carilah batu hajarul aswad yang ada titik “harus dicium”, seperti diperintahkan nabinya orang Islam kepada sahabat2nya, umatnya.

Penemuan teori Black Hole para ilmuwan, yang daya cerdas pikirannya digerakkan Tuhan untuk menunjukkan untuk pembelajaran bagi mereka yang ingin kenal dengan SANG KUASA.
Setiap benda apapun akan tertarik ke dalam pusaran BLACK HOLE, dan tidak tahu apa didalamnya.
Mereka yang masuk tersedot oleh kerinduan mendalam mengenal SANG KUASA, dan DIA akhirnya menariknya.
RuangNya, tanpa batas, tanpa waktu, tiada berujung, tiada awal dan tiada akhir. Dan sudah tidak ada lagi ingatan tentang itu.

Layaknya seorang dari kecil yang bercita-cita kaya materi dan dia menyiapkan dunianya dengan sekolah, belajar, tidak hanya teori namun praktek lapangan untuk mencapai itu.
Demikian juga perjalanan ke tempat asal SANG MAHA KUASA, seharusnya dibuat dari awal. Sehingga ketika waktunya selesai kontraknya habis didunia, dia telah menyiapkan “Jalan yang lurus” alias sudah bangun jalan tol yang memudahkan bisa kembali kepadaNya,,, Mulih Kajati Mulang Kaasal Balik Kanagara.

Selamat merenung

 

 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2011 in Renungan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: